Minggu, 28 Februari 2010

Tukul Yang Sudah tak Lucu Lagi

tukul Tulisan ini hanya anggapan pribadi saja, tidak bermaksud meng generalkan seluruh pemirsa setia Bukan Empat Mata untuk meng iyakan dan sependapat dengan saya. Terserah bagaimana saudara memandangnya…

Tukul Arwana, komedian yang satu ini sudah tidak lucu lagi. Seolah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, nilai kelucuannya sudah habis ter eksploitasi oleh nama rating televisi..! Meskipun sudah tidak lucu lagi, namun tetap saja si pemilik kumis lele yang satu ini tetap setia nongol di Televisi untuk membawakan acara Bukan Empat Mata. Setiap kali nonton acara Bukan Empat Mata yang tayang tengah malam ini, saya tak bisa lagi untuk tertawa terbahak bahak. Jangankan untuk tertawa, untuk senyumpun terasa sulit.

Sekarang, saya tidak bisa melihat Tukul dengan tingkah kebodohan nya yang ceplas ceplos lepas. Saya tidak bisa melihat Tukul yang suka menertawakan diri sendiri (bentuk komedi yang paling baik adalah memang dengan cara menertawakan diri sendiri dan membuat diri sendiri merasa bodoh). Saya rasa tukul sekarang hanya menjadi sebuah robot mainan yang terus dipaksakan “hidup” meskipun baterainya sudah habis. Sehingga bukannya dapat berjalan dengan baik, tapi malah hangus dan tidak memberikan hiburan sedikit pun…!

“kembali ke Laptop…!”

Tukul yang dulu sering membuat perut ini sakit ketika beberapa bintang tamu yang dibuatnya menjadi bahan ledekan dan lelucon, sekarang intensitas kelucuannya mulai berkurang. Seakan terkikis oleh tayangan OVJ yang tampil setiap hari, tayangan Bukan Empat Mata seakan kering dari sense of humor yang fresh..! Sudah habiskah lelucon Tukul..?

Jadi, salah siapakah ini..?? Apakah salah televisi yang terus menayangkan acara Bukan Empat Ini untuk diperpanjang episodenya..? Apakah memang Tukul sudah merasa bosan menjadi Host lawak..? Atau apakah karena banyak munculnya tayangan2 baru yang lebih Fresh yg mampu mengalahkan kelucuan Tukul..?? Atau jangan jangan Tukul sudah menjadi komoditi lumbung uang untuk para pekerja tim seni pertelevisian..? ckckck… Kasian tukul..

Selesai..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar